Monday, December 29, 2008

Remembering Tsunami 2004

On this day in 2004, a large earthquake shook the Indian Ocean floor west of the island of Sumatra (to be precise, in Aceh province), triggering a devastating tsunami that swamped coastal areas from Thailand to Africa and killed more than 200,000 people.

Monday, October 27, 2008

“Antara Usman Bin Affan dan Faraq Fouda”

Monday, 20 October 2008 02:45

Kebiasaan kaum liberal adalah senang tampil beda. Jika ulama malarang, mereka justru membolehkan. Jika ulama mengecam penghina Nabi dan sahabat, mereka justru membelanya. Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian ke-246

Oleh: Adian Husaini

Tampaknya, ada sifat yang khas dari kaum liberal di Indonesia. Mereka senang dengan hal-hal yang nyeleneh dan asal beda dengan umat Islam pada umumnya. Orang Jawa bilang: yang penting Waton suloyo alias WTS atau asal beda. Jika umat Islam menolak Ahmadiyah, mereka malah mendukung Ahmadiyah. Umat Islam mendukung RUU Anti-pornografi, mereka justru menolaknya. Jika umat Islam mengecam perkawinan sesama jenis, mereka justru mendukungnya. Umat Islam menolak perkawinaan antar-agama, tapi mereka malah mempromosikannya.

Umumnya umat Islam membanggakan sejarahnya yang gemilang. Tapi, kaum liberal senang tampil beda. Mereka senang jika umat Islam malu dengan sejarahnya sendiri. Yang penting beda! Jika ada hal yang dianggap baru, dan datang dari kaum liberal di luar, lalu ditelan begitu saja. Yang penting liberal, dan sok kritis terhadap Islam. Ketika muncul seorang lesbian seperti Irshad Manji, maka mereka sambut dengan gegap gempita. Nong Darol Mahmada, aktivis liberal alumnus Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta menulis artikel di Jurnal Perempuan (nomor 58) berjudul: “Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad.”

Kita pernah membahas, bagaimana naifnya pujian yang berlebihan terhadap Irshad Manji. Tapi, mereka tidak peduli. Setelah mempromosikan Irshad Manji, kini kaum liberal di Indonesia sedang gandrung dengan idola baru bernama Farag Fouda. Yayasan Wakaf Paramadina menerbitkan edisi kedua karya Farag Fouda berjudul Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin. Judul aslinya adalah al-Haqidah al-Ghaibah.

Tampaknya, buku Fouda sedang digandrungi oleh kaum liberal. Di berbagai forum mereka mempromosikan buku ini. Katanya, ini buku yang hebat, yang menunjukkan “kebenaran” yang selama ini disembunyikan oleh para sejarawan Muslim. Di negara asalnya, Fouda memang sempat membuat berita besar, saat ia mati terbunuh pada 8 Juni 1992. Lima hari sebelumnya, 3 Juni 1992, sejumlah ulama al-Azhar menyatakan Fouda telah murtad karena banyak menghujat Islam.

Menyambut kampanye penyebaran buku Fouda tersebut, Jumat (17 Oktober 2008) lalu, bertempat di Masjid al-Furqan, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia menggelar Tabligh Akbar. Tampil sebagai pembicara utama adalah Asep Sobari Lc, peneliti bidang sejarah di INSISTS. Sebelumnya, Asep Sobari sudah meluncurkan analisis kritisnya terhadap karya Fouda ini di situs www.hidayatullah.com. Tapi, dalam acara Tabligh Akbar, alumnus Universitas Madinah itu mengupas lebih tajam lagi berbagai kecurangan dan kesalahan Fouda dalam mengutip kitab-kitab rujukan dari Thabari dan Ibn Saád. Sejumlah bagian dari naskah edisi Indonesia , dibandingkan langsung dengan naskah asli karya Fouda serta kitab-kitab rujukan Fouda. Dengan cara seperti itu, tampak jelas dimana letak kecurangan dan kelemahan buku Fouda tersebut.

Karena itu, kita kemudian memang cukup keheranan dengan berbagai pujian terhadap buku ini. Khususnya yang dilakukan oleh orang yang bergelar guru besar bidang sejarah. Prof. Dr. Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah dan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah ini, memuji-muji buku Fouda:

“Karya Farag Fouda ini secara kritis dan berani mengungkapkan realitas sejarah pahit pada masa Islam klasik. Sejarah pahit itu bukan hanya sering tak terkatakan di kalangan kaum Muslim, tapi bahkan dipersepsikan secara sangat idealistik dan romantik. Karya ini dapat menggugah umat Islam untuk melihat sejarah lebih objektif, guna mengambil pelajaran bagi hari ini dan masa depan”.

Lebih “hebat” lagi pujian dari Prof. Dr. Syafi`i Maarif, Guru Besar Filsafat Sejarah, Universitas Nasional Yogyakarta (UNY):

”Terlalu banyak alasan mengapa saya menganjurkan Anda membaca buku ini. Satu hal yang pasti: Fouda menawarkan ”kacamata” lain untuk melihat sejarah Islam. Mungkin Fouda akan mengguncang keyakinan Anda tentang sejarah Islam yang lazim dipahami. Namun kita tidak punya pilihan lain kecuali meminjam ”kacamata” Fouda untuk memahami sejarah Islam secara lebih autentik, obyektif dan komprehensif”.

Dengan gamblang, Asep menunjukkan bagaimana Fouda telah sengaja mengambil sejumlah riwayat yang lemah dan tidak jelas sumbernya untuk mendukung opininya. Lalu, dia katakan itu sebagai fakta sejarah. Padahal, faktanya tidak begitu. Kecurangan yang sangat jelas, misalnya, dalam kasus sahabat Utsman bin Affan r.a. Dengan mengutip riwayat-riwayat yang lemah, Fouda telah membangun citra yang sangat buruk terhadap menantu Rasulullah saw tersebut.

Karena isinya semacam itu, tidak heran jika tokoh liberal, Goenawan Mohamad pun bersorak gembira dengan terbitnya buku ini. Catatan Goenawan di Majalah TEMPO dijadikan epilog buku ini. Ketajaman pena wartawan kawakan ini digunakan untuk mempertajam lagi gambaran hitam fitnah Fouda terhadap sahabat Rasulullah saw yang mulia ini. Simaklah uraian Goenawan tentang Sayyidina Usman bin Affan r.a. dalam kolomnya:

“Mereka tak sekadar membunuh Usman. Menurut sejarawan al-Thabari, jenazahnya terpaksa “bertahan dua malam karena tidak dapat dikuburkan.” Ketika mayat itu disemayamkan, tak ada orang yang menyalatinya. Jasad orangtua berumur 83 tahun itu bahkan diludahi dan salah satu persendiannya dipatahkan. Karena tak dapat dikuburkan di pemakaman Islam, khalifah ke-3 itu dimakamkan di Hisy Kaukab, wilayah pekuburan Yahudi. Tak diketahui dengan pasti mengapa semua kekejian itu terjadi kepada seorang yang oleh Nabi sendiri telah dijamin akan masuk surga. Fouda mengutip kitab al-Tabaqat al-Kubra karya sejarah Ibnu Saád yang menyebutkan satu data menarik: khalifah itu agaknya bukan seorang bebas dari keserakahan. Tatkala Usman terbunuh, dalam brankasnya terdapat 30.500.000 dirham dan 100.000 dinar.”

Tampaknya Goenawan tidak mengecek sendiri pada kitab al-Thabari dan Ibn Saád. Dia taklid buta pada Fouda. Dengan penggambaran Goenawan Mohamad seperti itu terhadap Usman r.a., kita dapat menangkap pesan, bahwa Khalifah ketiga dari Khulafaurrasyidin itu adalah seorang yang hina, sial, dan serakah. Goenawan seperti sedang mengejek umat Islam yang senantiasa berdoa untuk Rasulullah saw dan para sahabatnya: “Wahai umat Islam, orang yang kalian puja dan doakan itu adalah manusia brengsek. Kalian selama ini telah tertipu. Ada kebenaran yang hilang; ada fakta sejarah yang selama ini disembunyikan!” Maka, judul yang ditulis untuk buku Fouda ini adalah “Kebenaran yang hilang”.

Kita paham, kaum liberal seperti Goenawan Mohamad ini sedang menertawai umat Islam melalui buku Fouda. Seolah-olah, selama ribuan tahun, umat Islam tolol semua. Para ulama Islam telah melakukan kecurangan, menyembunyikan fakta sejarah tentang sahabat nabi. Seolah-olah, para orang tua Muslim telah salah mengajar anak-anaknya untuk mencintai Rasulullah saw dan para sahabatnya. Padahal, kata mereka, sahabat Nabi yang diagung-agungkan dan senantiasa didoakan umat Islam itu ternyata juga manusia serakah, manusia busuk!

Pesan penting lain yang disampaikan Goenawan melalui kolomnya adalah pembelaan terhadap Fouda. Ia memuji Fouda. Ia menyesali kematian Fouda. Sebab, Fouda termasuk jajaran kaum sekular-liberal. “Ia mempersoalkan keabsahan posisi khilafah. Ia pengganggu kemutlakan,” tulis Goenawan tentang Fouda. Tapi, penyesalan itu bukan untuk Usman r.a.. Goenawan termakan cerita Fouda, bahwa Usman r.a. adalah manusia brengsek, serakah, dan haus kekuasaan. Karena menolak turun dari jabatannya, maka Usman terbunuh. “Maka perkara jadi runcing dan mereka mengepung Usman – lalu membunuhnya, lalu menistanya,” tulis Goenawan.

Usman bin Affan adalah manusia hina. Itu fakta, kata mereka Sumber berita untuk mencaci maki sahabat Nabi itu hanya satu: Farag Fouda. “Kaum “Islamis” tak pernah menyebut peristiwa penting itu, tentu,” ejek Goenawan. Syafii Maarif juga cukup rajin mempromosikan buku Fouda ini. Seperti yang ditulisnya di sampul belakang buku ini: Fouda telah memahami sejarah Islam secara lebih autentik, obyektif dan komprehensif. Azyumardi Azra juga menyebut apa yang disajikan oleh Fouda sebagai “realitas sejarah”.

Sebagai Muslim yang beriman akan kejujuran Nabi Muhammad saw, tentu iman kita tertantang dengan pemaparan tentang Sayyidina Usman versi kaum liberal ini. Benarkah Usman r.a. memang manusia hina dan bejat seperti digambarkan Fouda dan Goenawan Mohamad? Padahal, begitu banyak hadits Nabi yang menyebutkan tentang keutamaan Usman bin Affan. Maka, kita ditantang: percaya pada Nabi Muhammad saw atau percaya pada Farag Fouda?

Untuk itu, cara terbaik adalah mengecek langsung sumber-sumber asli yang dikutip Fouda. Hasil penelitian Asep Sobari menunjukkan, ada kelemahan metodologis dan kecurangan yang sangat serius dari Fouda dalam mengutip sumber-sumber aslinya. Misalnya, tentang riwayat keterlambatan penguburan jenazah Usman bin Affan, Fouda hanya mengambil satu riwayat yang lemah dalam karya al-Thabari. Padahal, ada delapan versi lain yang juga disebutkan dalam kitab itu. Tapi, Fouda sama sekali tidak menyinggungnya.

Bahkan, dalam al-Thabaqat al-Kubra, karya Ibn Sa’ad, disebutkan beberapa riwayat dari `Amr bin Abdullah dan al-Waqidi yang jelas-jelas menyatakan Usman dimakamkan langsung pada malam harinya di Baqi` (al-Thabaqat, 3/77-78). Jadi, dengan hanya menyebut satu riwayat yang lemah, Fouda jelas-jelas melakukan upaya menipulasi data sejarah dengan membuat kesan seolah-olah hanya ada riwayat itu saja.

Cara penulisan sejarah seperti ini tentu tidak komprehensif. Maka, ajaib, jika Profesor sejarah justru memuji-muji buku ini. Sama ajaibnya dengan wartawan senior yang malas melakukan cek dan ricek terhadap sumber-sumber referensi yang dipakai Fouda. Mungkin hanya karena cerita picisan Fouda itu sesuai dengan seleranya, maka dia langsung menelan begitu saja cerita tentang kebejatan Usman r.a..

Dalam paparan slide-nya saat Tabligh Akbar di Masjid Dewan Da’wah, Asep Sobari menampilkan naskah asli dari al-Thabari yang sama sekali tidak menyebutkan areal pemakaman Hasy Kaukab sebagai areal pemakaman Yahudi. Tapi, dalam naskah asli buku Fouda, ada tambahan bahwa Hasy Kaukab (bukan Hisy Kaukab) adalah areal pemakaman Yahudi. Ini juga merupakan tindakan yang tidak etis dalam penulisan ilmiah. Apalagi ini menyangkut martabat seorang sahabat Nabi yang sangat dihormati oleh Nabi Muhammad saw dan juga umat Islam secara keseluruhan.

Apakah Usman bin Affan seorang yang serakah karena meninggalkan banyak uang seperti dikatakan Goenawan Mohamad? Asep Sobari menunjukkan data yang menarik tentang kesuksesan bisnis Usman r.a. dan kedermawanannya. Sejumlah riwayat yang dituturkan Ibn Hajar memberi gambaran kekayaan Usman. Di antaranya, pada permulaan masa hijrah, kaum muslim di Madinah kesulitan mendapat air bersih. Saat itu, hanya ada mata air Rumah yang tersedia dan itupun harus dibeli. Usman r.a. akhirnya membeli sumur itu dan mewakafkannya untuk umat Islam. Ketika ada rencana perluasan masjid Nabawi di masa Nabi saw dan dana kas negara tidak mencukupi, Rasulullah saw mengumumkan pengumpulan dana. Maka Usman r.a. segera membeli tanah untuk perluasan tersebut seharga 25.000 dirham. Ketika Nabi saw menghimpun dana guna membiayai perang Tabuk yang terjadi di masa paceklik, Usman r.a. mendermakan 1000 dinar, 940 ekor unta dan 40 ekor kuda (al-Khilafah al-Rasyidah min Fath al-Bari, hlm. 453-458).

Seiring dengan geliat kemajuan ekonomi di masa Umar, bisnis Usman bin Affan pun semakin berkembang dan asetnya bertambah besar, jauh di atas rata-rata kaum muslimin lainnya. Imam Bukhari (hadits no. 3059) menggambarkan, ketika kekayaan negara berupa hewan ternak semakin banyak, Umar terpaksa membuat lahan konservasi eksklusif (al-Hima), dan berkata kepada pegawainya, “Izinkan para pemilik ternak untuk menggembala di al-Hima, tapi jangan sekali-kali mengizinkan [Abdurrahman] bin Auf dan [Usman] bin Affan. Karena jika seluruh ternak mereka berdua binasa, mereka masih punya kebun dan ladang”.

Jadi, Usman r.a. memang seorang pengusaha sukses, kaya raya dan sangat dermawan. Jangankan hartanya, nyawanya pun telah dipertaruhkan untuk Islam. Ia terjun langsung dalam berbagai peperangan. Tidak masuk akal, manusia mulia seperti ini lalu menjadi orang yang serakah terhadap dunia. Tidaklah sepatutnya pribadi mulia seperti Usman bin Affan itu disejajarkan dengan seorang Farag Fouda. Jika ada sebagian sisi lemah Usman r.a. dalam kebijakan politiknya, maka Usman memang seorang manusia. Tapi, tidaklah komprehensif melihat kepemimpinan Usman hanya dari sebagian sisi lemahnya saja. Berbagai prestasi besar – dalam politik, ekonomi, dan pendidikan – telah dicapai dalam masa 12 tahun kepemimpinan Usman bin Affan r.a.

Selama ratusan tahun, para sejarawan Muslim telah mencurahkan segenap tenaga untuk menulis sejarah tentang para sahabat Nabi Muhammad saw. Tidak ada kebenaran yang disembunyikan, seperti tuduhan Fouda yang diamini begitu saja oleh sejumlah tokoh liberal di Indonesia. Sebab, sumber-sumber sejarah itu tetap terbuka untuk diteliti, oleh siapa saja. Silakan Goenawan Mohammad, Azyumardi Azra, dan Syafii Maarif menelitinya sendiri. Jangan bertaklid begitu saja kepada Fouda. Jangan mengerdilkan keilmuan Anda sendiri! Aneh, jika kematian Fouda disesali, tetapi kematian Usman bin Affan justru dianggap wajar. Sebab, Fouda adalah pejuang HAM, sedangkan Usman r.a. adalah manusia hina dan serakah!

Semestinya, para ilmuwan dan cendekiawan ini membaca juga banyak buku lainnya tentang cerita seputar konflik diantara sahabat Nabi. Thaha Jabir Ulwani, misalnya, dalam bukunya Adabul Ikhtilaf fil Islam, memaparkan data-data perbedaan bahkan konflik diantara sahabat Nabi. Mereka adalah manusia. Tapi, yang sangat indah adalah bagaimana cara mereka menghadapi dan menyelesaikan konflik. Umat Islam justru bisa belajar dari sejarah semacam itu. Sebab, dalam kehidupan manusia, ada saja orang-orang yang berbuat jahat dan mengeruhkan suasana. Terjadinya kekacauan dan pembunuhan terhadap Usman bin Affan r.a. tidak bisa begitu saja ditimpakan kesalahannya kepada Usman r.a. Begitu juga, martabat Ali bin Abi Thalib r.a. tidak kemudian menjadi rendah karena di masanya terjadi pergolakan.

Sebagai Muslim, kita tentu tidak sudi mengikuti jejak orang-orang yang mudah menghina sahabat Nabi saw. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang sangat disayangi oleh Nabi kita, Muhammad saw. Kita pun tak suka sahabat kita dicaci maki. Kaum liberal juga tidak suka jika idolanya diungkapkan keburukannya setelah kematiannya. Mereka katakan, itu tidak etis. Tapi, jika penghinaan dan pelecehan itu dilakukan terhadap sahabat Nabi, seperti Usman bin Affan r.a., mereka justru bertepuk tangan.

Maka, kita tak akan bosan-bosan mengimbau kepada semua pihak yang telah semena-mena mencaci maki sahabat Nabi yang mulia: beristighfarlah dan bertobatlah sebelum terlambat!

Wednesday, October 15, 2008

Mengapa orang pintar kebanyakan keturunan Yahudi?

Orang-orang keturunan yahudi, baik mereka yang tinggal di negeri-negeri di Eropa, Rusia atau Amerika Serikat terkenal dengan kecerdasan dan prestasi mereka. Berikut ini list beberapa keturunan yahudi terkenal dunia (banyak sekali diantara mereka pemenang Nobel atau penghargaan bergengsi dunia lainnya):

Ilmu Fisika:
- Albert Einstein
- Albert Michelson
- Wolfgang Pauli
- Robert Oppenheimer
- Peter Bergmann
- Joshua Goldberg

Lengkapnya lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Jewish_American_physicists

Komputasi/networking:
- ilmuwan wanita penemu algoritma Spanning Tree, Radia Perlmann.
- Adi Shamir (penemu enkripsi RSA)
- Len Adleman (enkripsi RSA)
- Richard Stallman (GNU)
- John Vonn Neumann (dasar komputer)
- Lotfi Zadeh (teori Fuzzy logic)

Di bisnis:
- Steve Ballmer (CEO Microsoft)]
- Lawrence Ellison (pendiri & CEO Oracle)
- Philippe Kahn (Pendiri Borland, Inc)
- kedua pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page (dari sebelah ibu).
- William Fox (pendiri Fox Enterprises)
- Leonard Goldenson (CEO ABC TV)
- Samuel Goldwyn & Mayer (pendiri MGM)
- Joseph Hannah (pendiri Hannah & Barberra studio: pembuat film kartun Tom & Jerry)
- Carl Laemmle & Lew Wasserman (pendiri Universal Studios)
- David Sarnoff & Jeff Zucker (pendiri NBC)
- Laurence Tisch (pendiri CBS)
- Warner Brothers (pendiri Warner Bros, produser film Hollywood)
- Bob Weinstein and Harvey Weinstein (pendiri Miramax, produser di Hollywood)
- Adolph Zukor (pendiri Paramount Pictures, produser terkenal hollywood)


Di dunia entertainment:
- Steven Steinberg (sutradara terkenal)
- Amanda Bynes (bintang TV remaja)
- Natalie Portman (alumni Harvard & bintang di Star Wars I & II, V for Vendetta etc.)
- Adam Sandler
- David Copperfield
- Paula Abdul
- Leonard Bernstein
- Michael Bolton
- Neil Diamond
- Bob Dylan
- Kenny G
- Richard Marx
- Elvis Presley (dari neneknya)
- Barbara Streisand
- Woody Allen (Sutradara)
- Whoopi Goldberg


Presenter TV:
- Larry King (CNN)
- Bill Maher (CNN)

Komposer musik:
- Yehudi Menuhin (violinist)
- Leonard Bernstein
- Itzhak Perlman (violinis)
- Pinchas Zukerman

Politikus:
- Henry Kissinger (mantan mendagri AS)
- Madeleine Albright (mantan menlu AS)

Daftar anggota kongres AS ket. yahudi: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Jewish_American_politicians


Finansial:
- Mantan kepala bank federal AS: Alan Greenspan
- Kepala bank federal AS Ben Bernanke

Lengkapnya lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Category:Lists_of_Jewish_Americans

Apakah memang benar Tuhan mengkaruniai ras ini dengan kecerdasan unggulan dalam gen DNA mereka atau memang mereka memiliki etos kerja yang luar biasa akibat "survival of the fittest"?

Wallahu a'lam.

Wednesday, October 08, 2008

Lemak Jahat dan baik

Lemak tak-jenuh (Unsaturated fat):
o Monounsaturated fat (baik)
o Polyunsaturated fat (jahat)
o Trans-isomer fat (mono atau poly) (sangat jahat)
o Asam Lemak Omega (Omega fatty acids) (lemak baik):
+ ω−3
+ ω−6
+ ω−9

Lemak Jenuh (Saturated fat) - Jahat
o Interesterified fat

Monday, September 08, 2008

Adakah Imsak?

"Dan makan dan minumlah sampai Benang putih fajar nampak kepadamu (untuk) membedakannya dari benang hitam (malam)." QS (2:187)

Dari shahih Bukhari Volume 3, kitab 31, no 142:

Diriwayatkan oleh 'Aisyah: Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari, kemudian nabi bersabda, "Teruskan menikmati hidanganmu (makan dan minum) sampai Ibn Um Maktum mengumandangkan adzan, padahal dia tidak mengumandangkan adzan sampai nampak fajar.

Shohih Bukhari Volume 3, kitab 31, no. 144:

Diriwayatkan oleh Anas:

Zaid bin Tsabit berkata, "Kami bersahur bersama Rasulullah . Kemudian ia berdiri untuk sholat." Saya bertanya, "Apakah selang waktu antara suhur dan adzan?" Beliau menjawab, "Selang waktu yang cukup untuk membaca 15 ayat Al-Qur'an".

Maksudnya, dari awal sahur sampai adzan itu berselang sekitar 15 ayat Al-Qur'an. Jadi, suhur dilakukan sangat dekat dengan adzan subuh (waktu pembacaan 15 ayat Al-Qur'an itu sekitar 10 menit?).

Sholat Tarawih berjamaah bid'ah?

Dari kitab "Shohih Bukhari" volume 3, kitab 32, no 227:

Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Rasulullah bersabda, "Siapa yg. sholat malam di hari2 bulan Ramadhan dengan ikhlas dan berharap pahala Allah, maka semua dosanya di masa lalu akan diampuni."

Ibn Shihab (perawi berikutnya) berkata, "Rasulullah wafat dan orang melanjutkan mengamalkannya (maksudnya, sholat Nawafil dilakukan sendiri-sendiri, tidak berjamaah), dan itu tetap berlanjut sampai dimasa kekhalifahaan Abu Bakr dan di awal kekhalifahan Umar bin Khattab."

'Abdur Rahman bin 'Abdul Qari berkata, "Saya keluar untuk menemani Umar 'Umar bin Al-Khattab pada satu malam di bulan Ramadhan ke masjid dan menemukan orang-orang sedang sholat dalam group-group yang berbeda. Satu orang sedang sholat sendiri, atau seorang lainnya sholat dengan satu group kecil dibelakangnya. Demikianlah, 'Umar said, 'Menurut pendapat saya akan lebih baik mengumpulkan orang-orang ini dalam satu kepimpinan (sholat) oleh seorang qari (maksudnya, dilakukan dengan berjamaah)'. Demikianlah, ia menetapkan perintah sholat berjamaah itu dibelakang Ubai bin Ka'b. Kemudian, pada satu malam saya pergi lagi untuk menemaninya dan orang-orang sedang sholat dibelakang seorang qari. Melihat itu, 'Umar berkomentar, 'Betapa bagusnya Bid'ah ini; tapi sholat yang mereka tidak lakukan, tapi tidur pada waktunya, adalah lebih baik dibanding yang mereka sedang lakukan sekarang.' Yang dimaksudkannya adalah sholat di paruh akhir malam. (Pada masa itu) orang-orang terbiasa sholat di paruh awal malam."

Ada dua hal dalam hadits ini. Pertama, Rasulullah SAW tidak memperkenankan sholat tarawih berjamaah (dalam satu riwayat [Shahih Bukhari Volume 3, Kitab 32, No 229], para shahabat bersholat dibelakang Rasululullah, lalu Rasulullah SAW memerintahkan mereka untuk melakukannya sendiri-sendiri). Kedua, melakukan sholat tarawih berjamaah adalah bid'ah (dalam satu hadits disabdakan, "Sesesuatu yang tidak aku lakukan adalah bid'ah, dan setiap bidang adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya adalah neraka". Bahkan di hadits Bukhari diatas pun, Khalifah Umar mengakui kalau sholat tarawih berjamaah itu Bid'ah (maksudnya, bid'ah hasanah).

Sejumlah ulama ahlul sunnah pun sepakat akan sholat berjamaah tarawih ini.
“Penerus para nabi mengatakan bahwa berjamaah dalam tarawih adalah BID'AH”. [al-Shawkani, Nayl al-Awtar, volume 3, page 50]

Apa kata ulama sunni tentang sholat tarawih di rumah?
“Para ulama sepakat akan keutamaannya, tapi mereka berbeda pendapat tentang apakah lebih baik melakukan (sholat) itu di rumah secara sendiri-sendiri atau berjamaah di masjid.” Al-Nawawi, seorang ulama terkenal dalam memberi komentar dalam Sahih Muslim, menulis:
“Malik, Abu Yusuf, beberapa ulama Syafi’i, dan lain-lain mengatakan bahwa adalah lebih baik untuk sholat (tarawih) secara individu di rumah”. [al-Nawawi, Sharh Sahih Muslim, volume 6, hal. 286]

Zaman kini, orang sering melontarkan komentar "ini-itu bid'ah", contohnya Maulud Rasulullah SAW. Padahal sholat tarawih berjamaah pun bid'ah.

Wednesday, May 14, 2008

Kota Tambal Sulam

Setelah mengamati perkembangan kota Jakarta lewat video2 di YouTube, nampaknya jakarta yang dulunya indah kini makin tidak karu-karuan dalam hal tata-kota. Setiap pojok terlihat mall yang semata-mata proyek swasta berorientasi profit. Penduduknya berduyun-duyun mencari hiburan dengan mengunjungi mall-mall (padahal cuma sekedar cuci-mata, makan-makan atau lihat-lihat barang saja).

Dari segi lalu-lintas, ini semakin parah. Kemacetan dimana-mana. Tidak ada ketertiban dalam mengendara. Semua mau enak sendiri. Ameniti (fasilitas kota), kalau pun ada, hanya di tempat-tempat tertentu dan itu pun umumnya dibangun developer properti swasta sebagian dari plan mereka membangun kompleks mal, shopping center atau apartemen mewah. Ameniti dari pemerintah sangat minim, kecuali di sekitar daerah kantor-kantor pemerintahan (Monas).

Kualitas air ledeng (tidak bisa disebut air minum, karena memang tidak layak diminum) menyedihkan. Tekanan air ke rumah-rumah sangat lemah sehingga banyak penduduk yang memasang pompa listrik untuk menarik air dari pipa PDAM atau memasang pompa air sumur tanah. Tidak saja perumahan, bahkan perkantoran dan hotel-hotel pun menghisap air dalam, sehingga resapan air laut makin jauh menuju selatan Jakarta (rasa air sumurnya terasa payau karena mengandung garam kadar lebih tinggi dibandingkan kadar layak air minum).

Faktor keselamatan dalam pembangunan gedung juga tidak jelas. Kalaupun ada 'building code' ini, hampir tidak ada yang mengikuti. Hydrant hampir semua tidak bekerja (tidak/sedikit keluar air atau karat sehingga tidak dapat dibuka). Jika terjadi kebakaran, pemadam kebakaran harus menyedot dari air kali (yang tidak dapat dibayangkan betapa kotornya). Tidak ada zona larangan parkir merah di trotoar2, yang diperlukan agar mobil pemadam kebakaran dapat merapat sedekat mungkin di tempat kejadian. Jarang terjadi "fire drill".

Yang lebih menyedihkan, gaya hidup orang-orangnya. Sebagian kecil "petantang-petenteng" dengan segala glamornya kemana-mana , seakan-akan mereka hidup di Beverly-Hills atau Manhattan. Sebagian berpacu agar seperti para orang kaya glamor tersebut. Mereka berkejaran dengan gaya hidup borjuis dengan mengunjungi shopping center, mega-store, restoran-restoran, beli baju bagus ini-itu dan hal-hal hedonisme lainnya. Sebagian lagi hidup di kolong-kolong jembatan, di emper-emper jalan bahkan mengemis ke tengah jalan.

Perpustakaan umum (kalau pun masih ada), sangat minim fasilitas. Isinya buku-buku tua dan usang, itu pun dengan jumlah terbatas. Pengunjungnya hanya segelintir. Kalau dibanding dengan perpustakaan negara-negara maju, perpustakaan Indonesia mungkin 50-100 tahun dibelakang. Misalnya perpustakaan di kota kecil Rohnert Park di California (Amerika Serikita) saja. Perpustakaan itu berbangunan cukup mewah, dengan fasilitas koneksi ethernet (gratis bagi anggota perpustakaan, dan keanggotaan tidak dipungut biaya sepeser pun). Bahkan tersedia wi-fi buat yang ingin nge-browse Internet secara nirkabel. Koleksi bukunya cukup lengkap untuk ukuran kota yang hanya berpenduduk 30 ribuan jiwa. Tersedia interkoneksi perpustakaan tsb. dengan perpustakaan lain di county (sekelas kecamatan) dan anggota dapat memesan buku tersebut agar dikirim ke perpustakaan lokal. Perpustakaan di kota-kota besar seperti Chicago, New York, Boston, San Francisco, atau Seattle bahkan lebih lengkap dari itu.

UU aturan membangun tempat tinggal atau perkantoran hampir tidak ada. Setiap orang seenaknya sendiri membangun rumah, kantor atau mall tanpa mempertimbangkan kelayakan tata-ruang. Pertokoan bersebelahan dengan perumahan, hotel di tengah perumahan, atau perumahan kumuh di sebelah mall. Jarak antar bangunan sangat minim sehingga hanya membentuk gang-gang sangat sempit, sehingga jika terjadi kebakaran, para penduduk sangat sulit untuk menyelamatkan diri. Lagu Iis Suryani, Gang Kelinci, menggambarkan hal ini bahkan belasan atau puluhan tahun yang lalu.

Lalu lintas Jakarta mungkin salah satu yang terparah di dunia. Tidak ada santun di jalan. Semua orang seenaknya memotong jalan. Tidak ada penghargaan terhadap pejalan kaki. Para pejalan kaki pun seenaknya menyeberang tanpa memperhitungkan keselamatan demi menghemat sedikit waktu daripada menyeberang lewat jembatan penyeberangan. Bus-way yang tidak cocok dengan lebar jalan yang sudah tidak layak. Jumlah kendaraan umum melebihi kewajaran dan jumlah penumpang sehingga sopir bertarung di jalan demi mengejar setoran.

Yang paling menyedihkan dan terparah dari semua itu adalah dihancurkan banyak bangunan bersejarah, baik itu peninggalan belanda atau pun di zaman order lama. Banyak gedung-gedung diratakan dengan tanah dan sebagai gantinya didirikan pertokoan, perkantoran, perumahan atau lain-lain. Lenyap sudah nilai sejarah artifak-artifak yang sebetulnya merupakan sumber devisa dan daya tarik turis asing. Para turis tidak tertarik dengan kemodernan kota Jakarta (mereka pun punya, bahkan lebih bagus). Mereka lebih tertarik dengan hal-hal antik dan bersejarah dari Indonesia.

Sudah selayaknya ibukota dipindahkan ke luar jawa.

Kota dengan tingkat Kecelakaan tertinggi?

Menurut berita di harian Jakarta Post tgl 15 Mei 2008 (http://old.thejakartapost.com/detailcity.asp?fileid=20080514.C01&irec=0) paling tidak 3 orang tewas setiap hari akibat kecelakaan. Tingkat kecelakaan fatal seperti ini sangat luar biasa bahkan untuk ukuran kota megapolitan (yg. makin semrawut dan macet) seperti Jakarta. Menurut berita itu juga, 56% insiden terjadi pada pengendara sepeda-motor.

Akibat harga BBM, makin banyak warga (dengan ekonomi pincang) terpaksa harus berkendaraan sepeda-motor. Sementara itu, kesadaran lalu-lintas dan keselamatan masih minim. Harga nyawa bagi orang Indonesia masih murah (terus, buat apa capek2 kerja kalau toh harus mati konyol?).

Saturday, May 10, 2008

Sebagian Besar Es di Arktik Meleleh Musim Panas Ini

Es di Benua Antartika akan semakin menipis. Hal ini disebabkan pemanasan global. "Perkiraan jangka panjangnya tidak begitu optimistis," kata ilmuwan atmosfer, Jennifer Francis dari Rutgers University, Jumat (2/5) waktu setempat.

James Overland, pakar oseanografi dari National Oceanic and Atmospheric Administration, mengatakan, "Musim panas yang lalu, es di utara berkurang dengan kecepatan tertinggi yang pernah dicatat, diduga karena pemanasan global. Walaupun radiasi matahari dan gas rumah kaca di atmosfer kutub sama dengan bagian bumi yang lain, sampai saat ini kawasan kutub merespons secara berbeda."

Kesimpulan para peneliti adalah di utara, pemanasan global dan keragaman iklim alami saling memengaruhi, membawa Arktik ke kondisi baru, dengan berkurangnya lautan es dibandingkan sebelumnya.

Sebaliknya, Overland menjelaskan,"Lubang ozon di Antartika melindungi kondisi benua ini sehingga suhunya tetap rendah di hampir seluruh bagian, kecuali pada semenanjung yang menjorok ke Amerika Selatan.

Es Abadi Kutub Utara Terancam Hilang

Lapisan es abadi di kutub utara mungkin hilang sama sekali tahun ini sesuai prediksi para ahli. Jika kondisi tersebut benar-benar terjadi, kenaikan muka air laut akibat pencairan es besar-besaran tidak dapat dicegah seperti yang ditakutkan selama ini.


Mark Serreze, dari Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) AS, mengatakan musim panas tahun ini diperkirakan ekstrim sehingga dapat menyebabkan lapisan es kutub benar-benar habis. Sejumlah faktor yang mepengaruhi kondisi es kutub utara setahun lalu telah menyebabkan lapisan es di Kutub Utara tahun ini sangat tipis sehingga berisiko saat memasuki musim panas.

Pada September 2007, tebal lapisan es di permukaan perairan Arktik mencapai rekor terendah. Bahkan karena hal tersebut, terusan Utara-Barat yang selama ini beku dan menghubungkan Greenland dan Alaska dapat dilalui kapal. Lapisan es di kawasan tersebut memang menebal kembali saat musim dingin, bahkan pada puncaknya Maret 2008 lebih luas dari cakupan es setahun sebelumnya.

Meski demikian, tren jangka panjang yang diukur sejak tahun 1978 menunjukkan bahwa luas es di Antartika terus menyusut. Kalaupun luasnya bertambah, yang terbentuk adalah lapisan es muda berusia setahun yang lebih mudah meleleh. Sementara itu, lapisan es abadi cenderung terus berkurang. NSIDC mengukur, luas lapisan es abadi di kutub utara rata-rata menurun 44.000 kilometer persegi setiap tahun.

"Inilah hal yang harus mendapat perhatian dunia. Yang paling merisaukan adalah fakta bahwa es berumur tahunan - yang tidak meleleh saat musim panas - tidak pulih secepat es Arktik yang biasanya meleleh," ujar Serreze. Luas lapisan es yang meleleh saat musim panas rata-rata setengah dari es baru yang terbentuk antara September hingga Maret. Namun, pada tahun 2007, hampir semua lapisan es yang baru terbentuk mencair.

Selain itu, pada musim dingin tahun ini terjadi fenomena puncak osilasi Arktik positif. Kondisi tersebut diketahui akan menyebabkan aliran angin kuat yang akan memaksa es abadi di Arktik meleleh dan airnya mengalir ke pantai timur Greenland. Kejadian-kejadian ekstrim seperti itulah yang menyebabkan lapisan es di kutub utara makin tipis dan muda.

Meski demikian, faktor-faktor alam lainnya dapat menyelamatkan lapisan es abadi. Jika tren aliran angin hangat seperti pada musim panas tahun lalu, kutub utara akan kehilangan banyak es abadinya. Namun, jika banyak berembus angin siklon yang bersifat mendinginkan, lapisan es bakal selamat.

Tidak hanya beruang kutub yang ternacma hidupnya akibat perubahan es yang drastis di Kutub Utara seperti digambarkan dalam film "Earth". Manusia juga harus siap menghadapai dampaknya jika muka air laut naik, pasang, dan gelombang besar.

Danau Terdalam di Dunia "Mendidih"

Suhu rata-rata Danau Baikal, danau air tawar terbesar di Asia dan terdalam di dunia yang terletak di Siberia, Rusia mengalami kenaikan lebih cepat daripada kenaikan rata-rata suhu udara di dunia selama 60 tahun terakhir. Hal tersebut menyebabkan nasib hewan-hewan unik yang hidup di perairan tersebut dalam keadaan terancam punah.

Kenaikan suhu di danau tersebut mencapai 1,21 derajat Celcius sejak 1946 akibat perubahan iklim atau hampir tiga kali lebih cepat daripada kenaikan suhu udara global. Hal tersebut dikatakan Marianne More, seorang profesor di Wellesley College di Massachusetts, AS, salah satu penulis dari karya tulis ilmiah yang akan dipublikasikan dalam jurnal "Global Change Biology" edisi Mei 2008.

Danau yang mengalami perubahan temperatus secara cepat itu memiliki 20 persen ikan air tawar yang ada di dunia yaitu sekitar 2.500 spesies yang tak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Bahkan, di antaranya terdapat satu-satunya anjing laut air tawar.

Jika tren naiknya temperatur tak dapat dicegah, lapisan es dapat hilang seluruhnya dari permukaan danau tersebut. Moore mengatakan, anjing laut air tawar yang membesarkan anak-anak mereka di atas lapisan es dapat sangat menderita karena hal tersebut. Anak-anak anjing laut air tawar juga lebih rentan terhadap serangan predator jika tak ada lagi gua-gua es sebagai tempat terlindungi.

"Perubahan dari mata rantai bahan makanan juga telah berubah. Jumlah zooplankton multiseluler yang biasanya hidup di air yang jauh lebih hangat telah meningkat menjadi 335 persen sejak 1946, sementara jumlah chlorophyl telah meningkat 300 persen sejak tahun 1979," kata Moore. Selain itu jumlah diatom yang hidup di es yang kemudian mati dan menjadi makanan bagi organisma kecil yang hidup di dasar danau juga makin berkurang.

"Berkurangnya lapisan es akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pemanasan global itu sendiri," tandas Moore. Penemuan tersebut juga berarti hal yang lebih buruk dapat terjadi pada danau-danau yang lebih kecil lainnya. Selama ini, para ilmuwan berangapan volume air yang banyak di danau tak mudah terpengaruh dampak dari pemanasan global, namun kenyataanya sangat rentan.


Sumber : Antara

Friday, April 25, 2008

Centra Ilmu Komputer & Internet

Amerika Serikat masih merupakan pusat ilmu komputer dan Internet dunia. Hampir semua penemuan komputer dan internet yang kita gunakan sehari-hari ditemukan di Amerika Serikat. Contohnya: mikroprosesor (Intel), GUI (Xerox dan kemudian Apple), operating system (untuk Unix: oleh Bell Labs, PC: Microsoft), mouse, keyboard, TCP/IP (ARPA), router (Cisco dsb.), Google, Yahoo dll.

Meski beberapa perusahaan di luar amerika mencoba untuk mengambil-alih dominasi ini (misalnya NEC, Fujitsu, dsb.), tapi pada kenyataannya mereka tidak sukses dan beberapa darinya malah 'terpaksa' membuka R&D dan bekerjasama dengan perusahaan2 di Amerika untuk menciptakan produk baru (contohnya: Sony & Toshiba bekerja sama dengan IBM melakukan R&D chip Cell processor yang digunakan di game console PS3).

Jika kita mengunjungi beberapa kota di Silicon Valley di California, misalnya Palo Alto, Santa Clara, atau San Jose, akan banyak kita jumpai perusahaan-perusahaan R&D ini. Dari mulai Cisco, Juniper, Intel, AMD, Microsoft, IBM (Microsoft dan IBM tidak bermarkas di SV, tapi mereka memiliki kantor R&D di Silicon Valley), Google, Yahoo dan ratusan perusahaan lainnya yang bergerak di bidang pengembangan software, hardware atau riset lainnya.

Dari sisi riset dan akademik, universitas Stanford, UC Berkeley (kedua-kduanya di daerah Silicon Valley) atau MIT, Harvard, U-Penn, Princeton dsb., memiliki kontribusi dan pengembangan hardware dan software komputer dan Internet. Misalnya di dunia sistem operasi kita mengenal "BSD Unix" yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley di California (BSD = Berkeley Software Distribution). Sistem komputer "MIPS" ditemukan di Stanford, demikian pula algoritma sistem pencarian Google. Arsitektur komputer Von Neumann (U. Princeton) dan Harvard (U. Harvard).

Penemuan yang revolusioner mungkin adalah Internet dan mikroprosesor. Mikroprosesor dalam bentuk chip pertama kali dibuat oleh Intel memenuhi pesanan perushaan Jepang. Sementara protokol TCP/IP
yang merupakan akar dari sistem Internet dikembangkan atas dana militer Amerika Serikat lewat DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency).

Thursday, April 24, 2008

Zalimnya Pemerintahan Ini

Cross-posting dari satu milis:

------
Sepulang dari pengajian rutin beberapa hari lalu, saya berdiri di tepi trotoar daerah Klender. Angkot yang ditunggu belum jua lewat, sedang matahari kian memancar terik. Entah mengapa, kedua mata saya tertarik utuk memperhatikan seorang bapak tua yang tengah termangu di tepi jalan dengan sebuah gerobak kecil yang kosong. Bapak itu duduk di trotoar. Matanya memandang kosong ke arah jalan. Saya mendekatinya. Kami pun terlibat obrolan ringan.

Pak Jumari, demikian namanya, adalah seorang penjual minyak tanah keliling yang biasa menjajakan barang dagangannya di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur. "Tapi kok gerobaknya kosong Pak, mana kaleng-kaleng minyaknya?" tanya saya.

Pak Jumari tersenyum kecut. Sambil menghembuskan nafas panjang-panjang seakan hendak melepas semua beban yang ada di dadanya, lelaki berusia limapuluh dua tahun ini menggeleng. "Gak ada minyaknya." Bapak empat anak ini bercerita jika dia tengah bingung. Mei depan, katanya, pemerintah akan mencabut subsidi harga minyak tanah. "Saya bingung. saya pasti gak bisa lagi jualan minyak. Saya gak tahu lagi harus jualan apa. modal gak ada.keterampilan gak punya.." Pak Jumari bercerita. Kedua matanya menatap kosong memandang jalanan. Tiba-tiba kedua matanya basah. Dua bulir air segera turun melewati pipinya yang cekung.

"Maaf /dik/ saya menangis, saya benar-benar bingung. mau makan apa kami kelak.., " ujarnya lagi. Kedua bahunya terguncang menahan tangis. Saya tidak mampu untuk menolongnya dan hanya bisa menghibur dengan kata-kata. Tangan saya mengusap punggungnya. Saya tahu ini tidak mampu mengurangi beban hidupnya. Pak Jumari bercerita jika anaknya yang paling besar kabur entah ke mana. "Dia kabur dari rumah ketika saya sudah tidak kuat lagi bayar sekolahnya di SMP. Dia mungkin malu. Sampai sekarang saya tidak pernah lagi melihat dia.. Adiknya juga putus sekolah dan sekarang ngamen di jalan. Sedangkan dua adiknya lagi ikut ibunya ngamen di kereta. Entah sampai kapan kami begini ." Mendengar penuturannya, kedua mata saya ikut basah.

Pak Jumari mengusap kedua matanya dengan handuk kecil lusuh yang melingkar di leher. "/Dik/, katanya adik wartawan.. tolong bilang kepada pemerintah kita, kepada bapak-bapak yang duduk di atas sana , keadaan saya dan banyak orang seperti saya ini sungguh-sungguh berat sekarang ini. Saya dan orang-orang seperti saya ini cuma mau hidup sederhana, punya rumah kecil, bisa nyekolahin anak, bisa makan tiap hari, itu saja. " Kedua mata Pak Jumari menatap saya dengan sungguh-sungguh. "/Dik/, mungkin orang-orang seperti kami ini lebih baik mati... mungkin kehidupan di sana lebih baik daripada di sini yah..." Pak Jumari menerawang. Saya tercekat.

Tak mampu berkata apa-apa. Saya tidak sampai hati menceritakan keadaan sesungguhnya yang dilakukan oleh para pejabat kita, oleh mereka-mereka yang duduk di atas singgasananya. Saya yakin Pak Jumari juga sudah tahu dan saya hanya mengangguk. Mereka, orang-orang seperti Pak Jumari itu telah bekerja siang malam membanting tulang memeras keringat, bahkan mungkin jika perlu memeras darah pun mereka mau. Namun kemiskinan tetap melilit kehidupannya. Mereka sangat rajin bekerja, tetapi mereka tetap melarat. Kontras sekali dengan para pejabat kita yang seenaknya numpang hidup mewah dari hasil merampok uang rakyat. Uang rakyat yang disebut 'anggaran negara' digunakan untuk membeli mobil dinas yang mewah, fasilitas alat komunikasi yang canggih, rumah dinas yang megah, gaji dan honor yang gede-gedean, uang rapat, uang transport, uang makan, akomodasi hotel berbintang nan gemerlap, dan segala macam fasilitas gila lainnya. "Mumpung ada anggaran negara maka sikat sajalah! "

Inilah para perampok berdasi dan bersedan mewah, yang seharusnya bekerja untuk mensejahterakan rakyatnya namun malah berkhianat mensejahterakan diri, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Inilah para lintah darat yang menghisap dengan serakah keringat, darah, tulang hingga sum-sum rakyatnya sendiri.

Mereka sama sekali tidak perduli betapa rakyatnya kian hari kian susah bernafas. Mereka tidak pernah perduli. Betapa zalimnya pemerintahan kita ini! Subsidi untuk rakyat kecil mereka hilangkan. Tapi subsidi agar para pejabat bisa hidup mewah terus saja berlangsung. Ketika rakyat antri minyak berhari-hari, para pejabat kita enak-enakan keliling dalam mobil mewah yang dibeli dari uang rakyat, menginap berhari-hari di kasur empuk hotel berbintang yang dibiayai dari uang rakyat, dan melancong ke luar negeri berkedok studi banding, juga dari uang rakyat. Sepanjang jalan, di dalam angkot, hati saya menangis. Bocah-bocah kecil berbaju lusuh bergantian turun naik angkot mengamen. Di perempatan lampu merah, beberapa bocah perempuan berkerudung menengadahkan tangan. Di tepi jalan, poster-poster pilkadal ditempel dengan norak. Perut saya mual dibuatnya.

Setibanya di rumah, saya peluk dan cium anak saya satu-satunya. "Nak, ini nasi bungkus yang engkau minta." Dia makan dengan lahap. Saya tatap dirinya dengan penuh kebahagiaan. /Alhamdulillah/ , saya masih mampu menghidupi keluarga dengan uang halal hasil keringat sendiri, bukan numpang hidup dari fasilitas negara, mengutak-atik anggaran negara yang sesungguhnya uang rakyat, atau bagai lintah yang mengisap kekayaan negara. Saat malam tiba, wajah Pak Jumari kembali membayang. Saya tidak tahu apakah malam ini dia tidur dengan perut kenyang atau tidak. Saya berdoa agar Allah senantiasa menjaga dan menolong orang-orang seperti Pak Jumari, dan memberi hidayah kepada para pejabat kita yang korup. Mudah-mudahan mereka bisa kembali ke jalan yang benar.

Mudah-mudahan mereka bisa kembali paham bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabk an di mahkamah akhir kelak. Mudah-mudahan mereka masih punya nurani dan mau melihat ke bawah. Mudah-mudahan mereka bisa lebih sering naik angkot untuk bisa mencium keringat anak-anak negeri ini yang harus bekerja hingga malam demi sesuap nasi, bukan berkeliling kota naik sedan mewah... Mudah-mudahan mereka lebih sering menemui para dhuafa, bukan menemui konglomerat dan pejabat... Mudah-mudahan mereka lebih sering berkeliling ke wilayah-wilayah kumuh, bukan ke mal...

Amien Ya Allah.

Thursday, March 20, 2008

Membuat Game

Game programming tidak segampang yang diperkirakan. Adalah salah kalau proyek spt. ini diserahkan ke anak SMU. Mungkin untuk bagian-bagian tertentu bisa (misalnya, membuat gambar/sprites, dll. yang berhubungan dengan art). Codingnya sendiri tetap rumit. Meski banyak tool untuk ini, tetap harus di'customize'. Nggak bisa langsung comot. Apalagi untuk membuat game sekelas 'Microsoft's Age of Empire', Quake, dll.

Dalam proyek pembuatan game, paling tidak ada 2-3 lead programmer yang benar-benar mengerti hal-hal spt. ini. Sisanya bisa diserahkan ke animator & pembuat storyboard, graphic designer (anak disain & seni-rupa) atau bahkan maniak game (untuk memberikan ide-ide game baru) dsb. Saya yakin, soal seni grafis dan hal-hal yang berhubungan dengan arts, anak-anak Bandung banyak yang jagoan. Tinggal perlu orang bisnis yang mempunyai visi bisnis-berbasis-teknologi spt. ini.

Ini ada satu site bagus sekali yang membahas tentang game programming yanf dibuat salah seorang mahasiswa Computer Science di Stanford University:

http://www-cs-students.stanford.edu/~amitp/gameprog.html

Ada pembahasan tentang mana yang lebih baik untuk game programming (C atau C++). Disitu terlihat betapa 'rumit'nya game programming yah, begitulah untuk membuat game yang bagus (dan mencetak $$) harus spt. ini. Kalau tidak, mana mau Sony (PlayStation) atau Microsoft 'XBox' percaya pada si software house sbg. partnernya :-).

Ada yang perlu digarisbawahi di salah satu page tsb spt. di bawah ini:

The second, however, falls into just being unrealistic in expectations. Starcraft, Everquest and
Quake were all made by teams of professionals who had budgets usually million dollar plus. More importantly though, all of these games were made by people with a lot of experience at making games. They did not just decide to make games and turned out mega-hit games, they started out small and worked their way up. This is the point that anyone who is interested in getting into game development needs to understand and repeat, repeat, repeat until it becomes such a part of your mindset that you couldn?t possibly understand life without this self evident, universal truth.

Until you understand that all skills in game development are learned by experience, (meaning to start very small and working your way up) you will be absolutely doomed to never finish your projects. Even the infinitesimal number of teams that do manage to finish a non-trivial project before they have made any smaller ones have to learn incrementally, it just takes them many times longer than if they had started out with smaller projects.

Atau spt. ini:

Computer game developers work in an industry where 90% of the profit is made from 10% of the products. Or to put it another way, 90% of the products simply die in the marketplace.
Sometimes this is because the products themselves are dreck; There certainly is a lot of
poorly designed, poorly debugged, formulaic, or simply content free products out there. In other cases, good products wither on the vine because they are inadequately marketed, or because they can't get through all of the noise and fluff that's clogging up the distribution chain.

Ahli dalam bidang-bidang komputer grafik ini tidak semata untuk game. Ingat beberapa banyak film dengan bantuan komputer yang pop atau menjadi box-office? (mulai dari Jurassic Park, Jumanji, Titanic, Matrix, Gladiator sampai yang pure CGI spt. Toy Story, Antz, atau yang terbaru: Shrek). Memang untuk bidang ini, lebih banyak pemahaman s/w aplikasi dibanding yang ngejelimet spt. diatas.

(My post to BHTV mailing-list a while ago)

Tuesday, February 05, 2008

Pecinta Bola Lebih Rentan Serangan Jantung

Jakarta, Anda pecinta sepakbola? Sebaiknya mulai sekarang Anda harus berhati-hati. Penelitian menyebutkan pecinta sepakbola rentan terkena serangan jantung.Penelitian dari Jerman melaporkan bahwa kegiatan menonton pertandingan sepakbola bisa menyebabkan ketegangan pada jantung. Bukan hanya sekedar ungkapan tapi ini benar adanya.

Setelah mempelajari efek pertandingan World Cup 2006, para peneliti menemukan, untuk pria Jerman risiko serangan jantung atau masalah kesehatan jantung lainnya meningkat tiga kali lipat pada saat tim andalannya bertanding. Angka ini 82% lebih tinggi daripada wanitanya. Risiko serangan jantung ini meningkat pada 2 jam pertandingan. Demikian penemuan Dr Ute Wilbert-Lampen dari Ludwig-Maximilians University di Munich dan dikutip detikhot dari Health24, Selasa (5/2/2008).

Dr Ute dan tim melakukan 279 penyelidikan kesehatan terhadap pertandingan sepakbola tim Jerman. Terbukti tingkat risiko serangan jantung bertambah saat bagian tendangan penalti. Saat tim andalan pecinta sepakbola mengalami masa kritis, serangan jantung semakin membayangi mereka. "Enam dari tujuh pertandingan dimana tim Jerman berpartisipasi, berhubungan dengan meningkatnya serangan jantung yang bisa datang kapan saja kepada para penggemarnya dalam periode itu," ujar Dr Ute.Para peneliti menyarankan agar para dokter bisa memberikan dosis yang lebih besar untuk mengatasi hal ini. Terutama ketika sang pasien berencana untuk menyaksikan pertandingan tim sepakbola andalan mereka. (yla/yla)

(Yulia Dian - detikHot)