Monday, January 29, 2007

Pencuri Kue

Berikut ini bukan tulisan saya, tapi dapat diambil hikmah dari cerita tsb.
=============

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir 'Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih'. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih!".

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri/subjektif serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya. Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran. Padahal.....??? kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiriyang tidak tahu malu. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaianatau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya

Friday, January 26, 2007

Test blogging lewat SMS!

--
===============================================
Brought to you by, Cingular Wireless Messaging
http://www.CingularMe.COM/

Tuesday, January 23, 2007

Cheikh sohaib الشيخ صهيب الأمريكي

An american convert, who studied at Al-Azhar University, got interviewed on a TV program in Kuwait. Worth seeing it!

This is the first episode. See another one for the second episode.

Sunday, January 14, 2007

Othmar List

Othmar List: "1. Reaching Out 2 U - Ottmar Liebert
2. Merengue De Alegrias (Candy 4 My Soul) - Ottmar Liebert
3. Snakecharmer - Ottmar Liebert
4. Havana Club - Ottmar Liebert
5. Ten Piedad De Mi Mercy Mercy Me - (The Ecology) - Ottmar Liebert
6. Heart Still/Beating / 2 The Night - Ottmar Liebert
7. Turkish Night - Ottmar Liebert
8. Ocean Blvd./Miami - Ottmar Liebert
9. Nuevo Mexico - Ottmar Liebert
10. Verano De Alegria / Summer Of Joy - Ottmar Liebert
11. Ballad 4 Santana - Ottmar Liebert
12. Spanish Steps / Rome In May - Ottmar Liebert
13. Agua Fria - Ottmar Liebert
14. Kashmir - Ottmar Liebert
15. The Girl From Ipanema - Ottmar Liebert
"

Monday, January 08, 2007

Diana Ross

: "1. Mahogany Theme From (Do You Know Where You're Going To) - Diana Ross
"

Saturday, January 06, 2007

Taleal Bedru Alejna - Meshari Rashid

A very nice song by a mideasterner. The lyric was actually sung by people of Madina (a city where the Prophet Muhammad lived and died) when the prophet were coming to the city with his companion, Abo Bakr, from Mecca to avoid raid of unbelievers.